Showing posts with label Power. Show all posts
Showing posts with label Power. Show all posts

Tuesday, June 9, 2015

Cerita 17 Tahun : Mbak Nina yang Ayu

[KP Pertamina Minggu 1]

Sebelumnya, perkenalkan dahulu kami (Maga, Miun, Abram, dan Sandro) sedang melaksanakan KP di pertamina Semarang dari Juni sampai Juli nanti. Semoga cerita ini bisa memotivasi kalian semua. 

Hari 1 (1 Juni 2015)
Awalnya TS tidak tahu dimanakah Pertamina Semarang itu bahkan TS tidak tahu juga sepedestrian apakah Semarang itu, ibaratnya mah kalo di GTA Semarang tuh masih biru biru gitu mapnya, belum pernah dijajal, dulu sih pernah tapi pas masih kecil.
Senin, 1 Juni TS berangkat bersama Abram dan Maga ke pertamini. Sesampainya di sana jam 7 dan kami langsung diarahkan ke TA (Technical Area) Pertamini oleh HR. Sampai di TA langsung ke ruangan pak manager, bapaknya miun. Di sana kami diberi sepatah dua patah kata pengarahan tentang KP di pertamini. Selesai dari sana kami diundang untuk mengikuti café morning, yaitu sebuah acara sharing antar pegawai tentang pekerjaan mereka baik yang sudah dilakukan maupun yg sedang proses. Café morning menghabiskan waktu kurang lebih 30 menit, dari situ barulah kami diberikan meja kerja masing-masing.
Baru mau duduk, kami langsung diajak untuk berkeliling untuk berkenalan dengan semua pegawai yang ada di TA. TS tidak akan menyebutkan satu-satu karena malas, jadi yang dijelaskan hanya bagian pentingnya saja. Kami dikenalkan oleh mas Ivan (ET’07), dia alumni ITB sulit digambarkan orangnya karena memang tidak ada spesifikasi yang mencolok pada dia, hanya saja dia selalu bernyanyi jika sedang bekerja. Selanjutnya, Pak Agung (FT’01) alumni ITB juga, dia adalah orang yang akan menjadi kepala mentor kami selama KP. Konon, nantinya kami akan presentasi akhir di depan beliau. Mas Sam (FT’08) dia adalah mentor kami, kalau ada kerjaan biasanya akan berhubungan sama dia ujung-ujungnya. Orangnya TS akui tampan, muda, berbakat, template ITB tapi putih (gak kayak fadelmuch), berani, kidal, dan orang Bekasi. TS cukup kaget sejauh-jauhnya TS merantau ujung-ujungnya bertemu orang Bekasi, hebat. Lanjut lagi, adapula mas Upi, bukan alumni ITB, menurut saya dia adalah yang paling alay disini, soalnya kalo pagi pas mau mulai kerja biasanya dia muter lagu alaynya dengan kencang, terakhir saya dengar lagu yang diputar adalah Last Child ft Giselle – Seluruh Nafas Ini. Ada juga mas Cahyo, yang saya ketahui Cuma 1, dia mirip gitaris Wali. Mas Ihnsan, orangnya mirip Sutan Simatupang tapi rambutnya dibuat kayak wolverine, mpus lu bayanginnya. Terakhir mbak Nina, kami akui dia mempunyai ayu yang paras, saat kami dikenalkan dengan dia kami bertanya-tanya pada Tuhan, bidadari mana lagi yang kau jatuhkan dari surga, Tuhan? Lebay sih, cuman aing akui dia lumayan untuk dilihat di kantor.
















Kau bidadari jatuh dari surga, dihadapanku…njir paling kiri mirip novan.


Setelah berkenalan, kami langsung diberikan tugas oleh mas Ihnsan tentang maintenance trafo karena akhir-akhir ini trafo pertamini ada yang suka mledak-mledak dengan deadline Jumat. Sayang sekali mas Ihnsan, tugas yang anda berikan sudah kami selesaikan 2 jam setelah diberikan. Saat jam 2, mbak nina pun mengikat rambutnya. Akhirnya, kami pulang jam 16.00 sesuai dengan jam pulang kantor dan pulang dengan wajah tersenyum.

Hari 2 (2 Juni 2015)
Maga Miun beserta mas Sam pergi ke Jakarta untuk proyekan sama ABB. Libur Waisak.

Hari 3 (3 Juni 2015)
Abram dan TS seperti biasa ngantor. Kami sampai di kantor jam 7.15 tetapi yang kami lihat adalah kantor kosong. Kami kira masih waisak ternyata memang orang-orang di sini datangnya jam 7.25. Karena tugas kami sudah selesai dari kemarin sehingga yang kami lakukan adalah gabut dan berdiskusi “mau makan dimanakah kita hari ini?” Sekitar jam 10, TS membuka ol.akademik dan ternyata nilai mulai bermunculan, grup power mulai ribut, dan akhirnya TS memutuskan untuk bermain hp sambil browsing sampai pulang. Tidak lupa jam 2 mbak nina mulai bosan dan akhirnya dia pun browsing gajelay.

Hari 4 (4 Juni 2015)
Seperti biasa kami datang jam 7.00 dan kantor masih kosong. Sebenarnya jam masuk kantor adalah jam 7, tetapi terdapat kompensasi sampai 7.30. Tetapi, TS tidak enak hati untuk datang jam 7.30 karena sang bapak manager selalu sampai di kantor sebelum TS sampai di kantor, mpus lu manager lu datang lebih pagi dari lu. Sampai jam 7.30 orang yang datang belum sampai ada setengahnya. Biasanya 1 ruangan TA bisa memuat sekitar 24 orang, tetapi hari ini yang datang hanya 7 orang (termasuk TS dan Abram). Setelah dilihat ternyata banyak mengalami kekurangan karena banyak yang proyekan seperti mas Sam and the gang, terus pak ihnsan and the gang yang pergi ke boyolali. Yang TS lihat adalah si gitaris Wali yang giat bekerja. Nampaknya Wali akhir-akhir ini jarang terlihat di TV karena gitarisnya sibuk bekerja.
Abram tidak sengaja menuju meja mas Sam melihat-lihat, ternyata disana terdapat kertas informasi dasar tentang pegawai di TA. Di sanalah kami mengetahui si mas Sam kelahiran kapan. Tapi Abram tidak memanfaatkan dengan baik sarana ini. TS pun awalnya hanya melihat-lihat, tetapi tidak disengaja TS menemukan nama Nina yang berujung akhirnya TS mengetahui nama lengkap si mbak nina, kelahiran tahun berapa, sampai nomor telpon. Ya biasa aja sih, cuman dari nama lengkap kan bisa ketauan tuh facebooknya apa, dll. Ternyata si mbak Nina adalah anak asli Semarang dan kuliah di Undip TI’09. Mpus cibur dah.
Akhirnya, TS dan Abram memutuskan untuk melakukan finishing pada tugas maintenance trafo. Tapia pa daya, yang dilakukan adalah browsing gajelay. Jika dibuat perbandingan browsing gajelay : tugas = 80 : 20. Hari itu pun berakhir.
Berita Jakarta:
Miun sama Maga kesulitan sama proyek ABB karena memang hal baru sehingga mereka harus banyak belajar lagi. Dengar-dengar kemeja miun yang baru dibeli dicibat orang. Namanya juga Jakarta un banyak aneh-anehnya, turun dari metromini aja mesti kaki kiri.

Hari 5 (5 Juni 2015)
Kantor kosong, literally kosong karena seluruh pegawai melakukan Tes Kebugaran Jasmani di GOR lupa sehingga TS dan Abram gabut sampai jam setengah 10. Niatnya TS mau nonton dahsyat di kantor, apa daya bu sekretaris (Bu Rini) sudah datang jadinya gak enakeun anak KP malah nonton TV. Setengah 10 barulah bermunculan manusia-manusia pertamini. Ya ujung-ujungnya, selesai olahraga, capek, gabut dah semua. Kelar dah. Pak Ihnsan tidak ada, tugas tak jadi dikumpulkan, udah cibur, ciburial-dago. Hari Jumat hanya itu saja ceritanya. Paling ceritanya, mbak Nina datang ke kantor memakai sandal jepit.

note : maaf belum ada foto, baru awal-awal ga enak udah motoin orang-orang

Sunday, June 7, 2015

WEEK OFF!

1 Juni 2015

Hari kelima kp, kami datang di BATAN tepat pukul 08.30. Segera meluncur ke markas dengan semangat karena kata mas Tio alat ukurnya akan dikembalikan ke divisi yang punya (alat ukur pinjem dari divisi fisika, sementara kita kp di divisi teknik). Tiba di markas ternyata tidak ada siapa-siapa. "Tunggu aja dulu paling ntar juga datang", kata Novan. Selang 30 menit berlalu mas Tio belum juga tiba di ruangan, akhirnya kami meng-sms beliau untuk memberitahu bahwa kami sudah ada di ruangan dan siap mengukur kembali. Namun 5 menit berikutnya datang seorang karyawan yang ruangannya sama dengan kami, pak Gito namanya. "Daripada kalian tidur2an gak ada kerjaan mending sini bantu saya", ucapnya. Sebagai pegawai kp yang baik, kami nurut saja karena kamilah yang sebenarnya butuh kp. Tiba diluar ruangan, kami melihat tangga dan rol kabel yang ukurannya agak besar. "Tolong bantuin bawain ini ke depan (pos satpam)", pinta pak Gito. Ambon dan Novan membawa tangga, sementara Hakim membawa rol kabel. Setibanya di pos satpam kami bingung apakah kami diminta sekalian memasang lampu atau tidak, kami hanya diam, duduk, dan memperhatikan pak Gito. Karena sepertinya kita tidak diperlukan lagi, Novan berinisiatif untuk mencari mas Tio agar kita bisa kembali kerja, sementara Ambon berinisiatif untuk mencari smoking area. Setelah kami menemukan mas Tio, kami pamit ke pak Gito untuk kembali melakukan pekerjaan kp kami. Kami kemudian mendatangi mas Tio, beliau berada di LVMDP (Low Voltage Main Distribution Panel), panel yang mengatur aliran daya bertegangan 220V. Disana ternyata mas Tio sudah mengambil beberapa data. "Iya ini saya ambilin data buat kalian soalnya ntar siang udah mau dipake sama mereka", ujar mas Tio. Sebagai insan yang bersyukur, kami berterimakasih kepada mas Tio karena sudah mau repot2 membantu kami. Kemudian setelah pengukuran selesai, kami kembali ke markas. Karena alat ukur sudah mau dikembalikan, dan Hakim ada rapat LFD jam 1, kami kemudian pamit untuk pulang. Sebelum pulang kami bertanya pada mas Tio kira2 kapan kami bisa ngambil data lagi. "Paling cepet sih rabu saya urus, nah selama gak ada alat ukur kalau kalian mau ada pengalaman kerja fisik dateng aja tetep kaya biasa", jawab mas Tio. Kemudian kami pulang, dan sebelum benar2 pulang kami tidak lupa mengembalikan rol kabel dan tangga ke tempat semula. Jam di HME menunjukkan pukul 12.00

Ambon dengan semangat membawa tangga

2 Juni 2015
Tanggal merah di kalender menunjukkan tidak ada aktivitas di BATAN. Sedikit dokumentasi dari orang-orang yang menginap di HME semalam



3 Juni 2015 - 5 Juni 2015
Karena sebelumnya sudah janjian untuk libur minggu ini, tidak ada satupun yang datang ke BATAN pada tanggal2 tersebut. Hakim bantu2 EE Days 2015, Ambon pulang ke Depok, Novan pulang ke rumahnya.
Ogin, Abam dan Gilang lagi presentasi tugas akhir





Friday, June 5, 2015

Kape SIEMENS yang Mengenyangkan :v (versi engineering desain)

Warning : tulisan ini mengandung kegaringan membosankan atau sebagainya, kalo udah bosen mending diclose atau buka tab lain aja :v . gak bakat nulis soalnya. BTW gak ada foto TS nya, gak usah dipost ya, gak ada yang mau liat juga, selain itu memang gak ada yang mau fotoin disini, TS sendirian TT.

Kerja Praktek pasti taulah ya itu apa. nah disini saya Edo Sumageka (18012002) mau sedikit berbagi bagaimana kesaharian disini. saya kerja praktek di SIEMENS Indonesia di jalan jendral Ahmad Yani Kav. B67-68 pulo mas jakarta 13210. inget, SIEMENS disini bukan HP ya, kalo dijakarta lebih ke peralatan proteksi listrik.
ini namanya panel relay, produk siemens

Saya disini sebenarnya bersama Syaiful Bahri sama Agam ubaidillah. cuma  beda divisi. mereka ber 2 berada di divisi quality control, katanya sih lebih ke teknisnya tapi ntahlah gimana rincinya. kalo mau tau lebih lanjut lihat aja kali ya post mereka atau tanya mereka langsung. nah kalau saya sendiri di bagian engineering desain dan saya sendirian, kebayangkan kalo dikasih tugas banyak maboknya gimana TT. Kerjaaanya berkutat di depan komputer terus ngedesain deh. tapi jangan salah, kalo dilihat kakak2 sama oom2 ( tenang, banyak mbak mbak cantik kok disini) disini sih, kayaknya ngegunaiin softwarenya gak sesulit mikirnya. terus yang didesainnya itu banyak banget. bisa setebal buku mesin mesin listrik yang original. gak ngerti lagilah gimana ngerjainnya, aku baru nyoba aja udah mau muntah *lupakan...... mau tau gimana saya kerja , beginilah kondisinya.

suasana meja kerja

snack hasil ngebajak
meja kerja yang awalnya rapi jadi berantakan karena saya
makan siang yang katanya memenuhi standar gizi, tapi saya akui emang uenak bro
oleh oleh rekan sekantor


(btw itu snack sebenernya punya orang yang lagi cuti melahirkan, kebetulan saya di kasih duduk dimejanya, jadi itu jadi jatah saya, udah diizini sama yang punya kok :) )

sedikit info kalo KP disini, maka kalian harus ngekost yang harganya dimulai yang paling murah 600rb sampe 2jt sebulan. jadi kalian tinggal pilih aja. terus kalo mau kemana mana enak, karena daerah disini merupakan perbatasan daerah jakarta timur, pusat dan utara. jadi bisa jalan kemana aja. aku juga udah ke selatan pusat dan utara dan rencananya mau menjelajahi daerah barat dan bogor *lupakan lagi cuma intermezo doang. tapi menurut saya daerah disini memang terasa panas, gak sedingin bandung tapi untungnya suhunya samalah dengan palembang, tempat saya berasal. oh ya balik lagi, dari tempat kost saya ke SIEMENS cuma 20 menit kalo jalan kaki. terus di tempat kost saya daerah strategis, ada KFC, Richeese, indomaret, 7eleven , alfamidi dimana mana, jadi kalian gak bakalan terasingkan kok heheheheh....... *please maafkan saya, beginilah saya sebenarnya, suka pamer kali yaa.

oke lanjut.........kalo mau tau fasilitas saya magang begini nih..
- di siemens katanya saya digaji Rp. 500.000.000 perbulan ( nol 3 digitnya dihilangin yaa, becanda doang :v)
- terus dikasih makan siang yang memenuhi standari gizi
- dikasih minum
- ada fasilitas dokter pribadi kalo2 kalian sakit
sayangnya gak ada wifi jadi gak bisa donload film *ehh.   katanya sih biar fokus kerja. tapi inget DISINI SUASANA KERJANYA SANTAI BEROO, BOS SAYA SAJA SUKA NGELAWAK SAMA ANAK BUAHNYA  TERUS PEGAWAI YANG SERING PULKAM SERING BAWA MAKANAN KHAS DAERAHNYA, KEBAYANG KAN GIMANA KENYANGNYA KALIAN. cuma wifi doang, inget WIFI DOANG !!!!

oke sekarang saya akan menceritakan day day KP yang mengenyangkan ini, tapi kopas doang ya dari laporan yang saya coba buat di laptop. maafkan , males nulis 2 kali. bahasanya bakalan makin rancuh dan making garing dari tulisan diatas. selamat tersiksa :)

Day 1

SIEMENS merupakan tempat yang saya pilih untuk kerja Praktek. Saya di tempatkan di bagian engineering deain dimana saya mendesain sebuah panel relay beserta kontrolnya yang melindungi suatu sistem tenaga. Pada hari ini dimulai dengan briefing dengan menjelaskan bagian mana saya akan bekerja sehingga saya tau apa kewajiban saya disini. Setelah selesai, saya langsung mengerjakan apa yang diarahkan mentor saya. Pada hari senin tanggal 1 juni 2015, saya mempelajari software AUCOTEC yaitu engineering base. Software inilah yang diguunakan untuk mendesain sistem pelindung sistem tenaga listrik. Software ini memiliki database sebagai media penyimpanannya sehingga dapat diakses dimana saya oleh pemiliknya asalkan terkoneksi dengan databasenya. Sotware ini juga menggunakan microsoft VISIO sebagai media menggambar/ desain. Mengapa harus  memakai engineering base, hal ini karena???
Karena masih baru saya diminta untuk mempelajari dasar dari software ini selama 3 hari. Pada hari pertama ini saya mempelajari pengenalan software sehingga belum begitu tau apa yang dapat dilakukan oleh software ini secara maksimal.
microsoft visio

engineering base explorer



Day 2
Pada day 2 ini, saya masih berkutat di software engineering base ini. Disini saya mulai meniru apa yang aad di buku pelatihan. Materi paling banyak  mengenai microsoft Visio. Namun, seperti yang saya katakan sebelumya, Visio disini terkoneksi dengan software engineering base sehingga ada beberapa fitur yang berbeda. Penggunaan klik kanan pada mouse juga tidak bisa dilakukan sehingga melakukan sesuatu harus manual menggunakan menu bar ataupun shortcut pada keyboard. Saya mencoba coba apa yang diarahkan pada modul pelatihan. Namun tidak semua bisa saya lakukan karena beberapa materi tidak jelas sehingga saya harus melewatkannya. Walaupun begitu saya tetap mengerti beberapa fitur  yang ada di engineering base ini walaupun masih materi dasar.



Day 3
Pada day 3 ini, saya melanjutkan pelatihan pada day 2. Semua masih seperti sebelumnya dimana saya mempelajari materi pada modul. Namun pelatih saya langsung memberikan permasalahan simple untuk diselesaikan yaitu mengedit ukuran blok blok untuk dimasukkan ke panel relay. Katanya lebih baik belajar software dengan menyelesaikan permasalahan dibandingkan membaca modul. Ternyata memang benar, dengan permasalahan yang katanya “simple” ini. Saya harus banyak bertanya karena semuanya tidak ada di modul. Namun kesempatan saya untuk emndalami engineering base ini semakin tinggi. Untuk hari ini dengan banyak bertanya baru bisa menyeleainkan 1 dari 2 permasalahan yang diberikan.  Semoga permasalahan yng ke 2 bisa saya selesaikan karena waktu untuk kerja praktek hari ini sudah selesai.


 Day 4
Pada day 4 ini, saya diminta untuk mengecek sambungan pada desain panel relay yang akan dikirim pada jumat depan. Oleh karena itu, permasalahan sebelumnya ditunda dulu untuk di selesaikan. Hari ini saya harus mengerjakan tugas yang diberikan. Nama tugasnya yaitu “ Check WS Lumajang part 1”. Disini banyak sekali rangkaian rangkaian yang sangat membuat kepala pusing. Total ada sekitar  599 sambungan E04+WR1 dan 145 sambungan E04 + S1. Disini saya harus mengecek gambar rangkaian dan mencocokannya dengan daftar pasangan perkomponennya yang letaknya sangat random sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikannya. Gambar rangkainnya sendiri terdiri dari 16 halaman. Berikut gambar yang dari tugas yang harus saya selesaikan


Tugas ini dikerjakan dari jam 9.30 sampai 17.30. namun belum juga bisa diselesaikan. Maka tugas ini akan dilanjutkan besok nanti.

Day 5
Pada day 5 ini saya melanjutkan tugas sebelumnya yaitu check WS Lumajang. Disini saya mengerjakan  sama seperti sebelumnya yaitu pukul 9.30 dan dapat saya selesaikan pukul 14.30 WIB. Beginilah gambar ketika tugas ini selesai

selanjutnya karena saya gak ada kerjaan, amak saya nulis blog ini dari awal sampe day 5 ini TT. maafkan saya yang memang terlalu malas untuk melakukan semua ini. niatnya mau tidur, tapi demi kalian saya akan terus berusaha memenuhi blog ini dengan tulisan gak penting dari saya.

oke sudah sampailah kita di penghujung tulisan ini.Terus support saya agar memiliki niat dan kuota untuk menulis. selamat KP ya bagi kalian yang mau KP ( *padahal masih awal2 ini)

Saturday, May 30, 2015

Tripatra United

Jadi gini.

Selasa, 26 Mei 2015
Setelah tertunda sehari karena meynard hari senin masih demo tubes sismik, akhirnya KP dimulai juga. Karier kape meynard, bebeb, boncan, budi, faza, dan wawan di tripatra dimulai dengan menunggu seorang bu ayu yang seharusnya memberikan pengarahan kepada kami pada jam setengah delapan pagi. Kami menunggu selama satu jam, satu jam sepuluh menit, satu jam dua puluh menit, satu jam tiga puluh menit, beliau tidak juga datang. Akhirnya kami berenam menyetujui bahwa jika hingga lima menit lagi bu ayu masih belum juga datang, kami akan inisiatif bergerak untuk mencari bu ayu sendiri.
Lima menit berlalu. Ternyata bu ayu belum tiba juga. Lalu bebeb berkata "lima menit lagi dah". Lalu kami pun menunggu lima menit lagi. Nggak jadi nyari bu ayu.
Tidak lama kemudian kami bertemu dengan once pak nasarudin. Dari dia, kami mengetahui bahwa ternyata pada hari ini bu ayu tidak masuk. Yaudah, akhirnya once pak nasarudin ini yang mengurus kami. Jadi kami berpindah ke suatu ruang rapat lalu once pak nasarudin menjelaskan tentang jam kerja di tripatra, absen, uang transport buat kami (50 ribu per hari), dll lalu meminta kami untuk menandatangani semacam surat kontrak kerja gitu. Setelah itu, dia pergi dulu dan kami diminta untuk menunggu dia kembali. Kami pun menunggu lagi.
Setelah kami menuggu hingga sekitar jam sepuluh, once pak nasarudin belum datang juga. Akhirnya, bebeb dan budi membuat kopi dulu. Baru saja kopinya selesai diaduk, eh once pak nasarudin datang. Akhirnya bebeb dan budi tidak jadi minum kopi.
Setelah once pak nasarudin datang, kami dibawa naik ke lantai atas untuk pendataan sidik jari. Jadi disini absennya pake sidik jari gitu.
Setelah sekitaran setengah jam disana dan kami berenam sidik jarinya sudah diambil, kami berenam diantarkan oleh once pak nasarudin ke gedung 3, yang ngurusin bagian electrical engineering untuk bertemu dengan pak johannes. Ternyata pak johannes nya lagi keluar. Jadi kami menunggu lagi. Cuma pindah tempat aja.
Setelah makan siang, akhirnya kami bertemu dengan pak johannes dan beliau menjelaskan bahwa bagian electrical yang ada di tripatra ini lebih banyak bergerak di bidangnya power. Jadi meynard, budi, dan boncan yang anak elektro rencananya bakal dipindahin ke yang bagian instrumen biar lebih sesuai kerjaannya. Beliau juga menjelaskan bahwa saat ini di tripatra lagi sepi proyek, jadi nggak banyak yang bisa kami kerjain juga. Setelah kami selesai berbincang-bincang dengan pak johannes, beliau mengijinkan kami untuk pulang. Yaudah, kami pulang.
Rencana kami untuk pulang agak sedikit terganggu karena kami mengalami kesulitan dengan scanner sidik jari yang ada di pintu keluar. Dari kami berenam, hanya bebeb dan boncan yang bisa keluar. Meynard, budi, wawan, dan faza tidak bisa keluar karena sidik jari kami tidak terbaca terbaca. Setelah sekitar 10 menit mencoba secara bergantian (dan masih tetap gagal semua), akhirnya ada seorang ob yang mau berbaik hati membantu kami keluar dengan menggunakan ID card miliknya. Akhirnya kami pun bisa pulang sekitar jam setengah dua siang.

Rabu, 27 Mei 2015
Hari ini kami memulai dengan langsung menunggu di gedung 3, di bagian electrical dari jam tujuh pagi seperti sebelumnya. Seperti sebelumnya juga, kami baru diurus sekitar jam sembilanan. Hari ini yang menangani kami bernama pak nopran. Pertama-tama beliau berkenalan dengan kami, lalu mengajak kami untuk berkenalan dengan karyawan-karyawan lainnya yang ada di bagian electrical. Setelah itu, kami berbincang-bincang dengan pak nopran dan beliau menjelaskan peran electrical engineer di tripatra. Lalu, beliau curhat tentang tripatra yang sepi proyekan semenjak harga minyak dunia turun tahun lalu, lalu tentang jurusan teknik elektro yang katanya biarpun kuliahnya lebih susah, pas udah kerja ntar gajinya lebih sedikit daripada anak-anak teknik lainnya macam teknik kimia, minyak, atau geodesi. Setelah itu, beliau mengirimkan manual tripatra yang isinya semacam guidance dalam mendesain sistem tenaga listrik gitu (power banget lah, meynard cuma ngerti dikit-dikit dari hasil kuliah STE). Beliau menugaskan kami untuk membacanya, maka membaca lah kami di laptop masing-masing.
Setelah sekitar satu jam, yang ternyata sangat tidak produktif karena kami hanya membuka file-nya dan baca sekilas dan nggak ngerti, tibalah jam makan siang. Menu hari ini, ayam panggang dan sup.
Selesai makan, kami melanjutkan pekerjaan kami membaca walaupun sedikit-sedikit diselingi dengan main hp dan ngobrol supaya tidak ketiduran. Tapi, pada akhirnya, meynard berhasil menyelesaikan tugas membaca meynard pada hari ini. Udah, gitu aja kape hari kedua ini.

Kamis, 28 Mei 2015
Sebagai bekal untuk menghadapi kegabutan kami hari ini, boncan bawa modem. Jadi hari ini kami kerjaannya internetan dari pagi sampai siang. Sekitar jam setengah dua belas, kami mendapatkan makan siang. Menu hari ini: ayam balado, sayur bayem, dan otak-otak. Selepas makan siang, bebeb dan budi bermain dota hingga waktunya pulang.

Jumat, 29 Mei 2015
Menunggu makan siang (internetan, dota, ngobrol, main hp) - makan siang (ayam goreng kremes, pecel, bihun) - menunggu pulang (internetan, dota, ngobrol, main hp, selfie).
Faza lagi nggak masuk, lagi nyari laptop baru di ratu plaza

Friday, May 29, 2015

First Blood

[KP BATAN minggu 1]

25 Mei 2015

Hari pertama memulai kp di batan. Kami (hakim, novan, ambon) berencana datang ke lokasi jam 8 tepat, namun karena satu dan lain hal ada satu orang yang terlambat. Setibanya disana kami segera mendatangi ruangan tu untuk menyelesaikan urusan administrasi. Setelah di oper sono-sini, tibalah kami di suatu ruangan. Disana kami diminta untuk mengerjakan tugas pendahuluan modul keselamatan kerja dan keselamatan terhadap radiasi. Seperti anak power umumnya kami menyelesaikan tugas dengan sedikit "cerdas" (setelah submit, kunci jawaban ditampilkan di layar, taulah kelanjutannya). Setelah tes selesai kami segera meninggalkan BATAN. Jam HME menunjukkan pukul 11.00

26 Mei 2015
Hari kedua kp tiba di BATAN tepat waktu. Langsung menemui pembimbing bernama Pak Sigit namun terjadi pergantian rencana. Kami diserahkan ke bawahannya bernama Mas Tio. Orangnya ramah dan antusias sekali. Budaya power sedikit ada ternyata di BATAN, tes awal. Dan layaknya pemain serie b, kami hanya manggut2 selama ditanyai oleh mas tio. Selepas tes awal kami diberikan buku literatur (karena alat ukur belum dipinjam) dan ditunjukkan ruangan untuk mahasiswa kp (foto yg di-post novan). Bukannya belajar kami melakukan hal lain. Hakim mengecek apakah wifi bisa dipakai online steam atau tidak, sementara ambon dan novan tidur. Ketika matahari sudah terik kami segera pulang daripada menghabiskan waktu untuk hal yg tidak produktif. Jam di HME menunjukkan pukul 13.00 (sebelum ke HME kami makan siang di kolgo)

27 Mei 2015
Hari ketiga kp, telat lagi datang ke BATAN. Alat ukur sudah tersedia, kami diajak langsung melakukan pengukuran. "Untung kalian datang, kalau kagak saya udah disuruh ke lapangan", ucap mas tio. Gedung E dan gedung F yang kami sambangi pertama kali. Gedung tersebut digunakan untuk penelitian bagian biologi dan metalurgi. Kapasitor bank terpasang di panel distribusi gedung e sementara di gedung f tidak. Apa hubungannya kalimat tersebut dengan cerita kami? Jadi tema yang diberikan pembimbing kepada kami adalah perhitungan kapasitor bank agar menaikkan efisiensi. Suspek pertama yang kita duga menurunkan faktor daya adalah pemanas dan blower, kenapa? Karena ada coil. Cukup. Setelah diukur ternyata faktor daya nya tidak terlalu jelek untuk panel pemanas sementara blower terbukti faktor daya nya sikik. Mas tio menyimpulkan bahwa pemanas tidak menggunakan coil tapi cem filamen lampu yang menghasilkan panas dari daya aktif. Pengukuran selesai karena sudah mau dzuhur. Kami menyempatkan shalat kemudian pulang. Jam HME menunjukkan pukul 13.30

28 Mei 2015
Tidak ada yang bisa kami laporkan. Sebagai anak HME kalian mestinya tahu kenapa. Jam HME menunjukkan pukul 12.30 saat kami pulang.

29 Mei 2015
Hari keempat kp. Kami sempat berdebat apakah datang pukul 08.30 atau 09.00 (karena di BATAN ada jadwal olahraga jam 8--nya). Keputusan akhir berangkat jam 9. Setibanya, kami melihat mas tio sedang bermain futsal dengan koleganya. Kami langsung saja menuju markas. Kami menunggu cukup lama, selama menunggu hakim mengolah data, ambon dan novan tidur. Jam 11 kami keluar dan bertemu mas tio. "Kalau di BATAN emang gini tiap jumat, ntar kita ambil data nya jam stgh 2 aja ya", kata mas tio. Kami segera meninggalkan BATAN dan menuju HME, kemudian shalat jumat di PDAM. Jam 2 kami kembali kesana, sesuai janji kami langsung mengambil data. Kali ini giliran gedung lab primer dan gedung g menjadi sasarannya. Di tengah proses pengukuran terjadi proses perdebatan yang cukup seru antara fasa ke fasa dengan fasa ke netral. Tidak perlu kami bahas disini karena sebenarnya kami juga tidak terlalu mengerti kesimpulannya. Setelah adzan ashar kami mengukur satu gedung lagi kemudian pulang. (Hari ini diakhiri dengan dua hal menarik, 1. Kami baru sadar membedakan beban lag dan lead, 2. Kami berhasil mengungkap suara bel misterius yang biasa terdengar sekitar jam 7 pagi dan jam 4 sore). Di HME kami bertemu Nyoman dan Victor, jam menunjukkan pukul 16.00 lebih sedikit.